Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘tawangmangu’

acara buber ini diadakan di pemancingan dan lesehan Dewa dewi. sebenere aku tidak kenal mereka sampai pada waktu itu aku diajak masuk ke grup S.W.A.T. setelah ngumpul semua, oooohhh jadi ini tha mereka itu,.. 🙂 jadi kenal deh,.. hahaha thank u S.W.A.T. makanannya enak, ngumpulnya juga hangat dan damai…. thank u juga buat mas dana,.. hahaha

 

 

Iklan

Read Full Post »

Makanan merupakan salah satu yang dapat membuat manusia terbuai, terlebih jika makanan tersebut sesuai dengan standar selera seseorang. Sama halnya dengan makanan khas, makanan khas memiliki ciri yang dapat menggugah selera sekaligus menjadi lambang suatu daerah. Sebagai contoh adalah nasi pecel dan sop buntut di rumah makan Bu Ugi di Tawangmangu, lereng gunung Lawu. Kedua jenis makanan itu sangat spesial, kenapa?
Rumah makan Bu Ugi mempunyai sejarah yang sangat panjang. Dimulai dari tahun 1930-an, ibu Jami (pemilik rumah makan) berjualan nasi bungkus di jalan Lawu no.6 kelurahan Kalisoro Tawangmangu. Tempatnya berjualan dahulu tepat di seberang jalan dari rumahnya di jalan lawu. Jualannya saat itu sangat laris dan sudah terkenal enaknya. Waktu itu beliau membuka warung kecilnya pada pukul enam pagi hingga pukul tujuh malam. Warung yang terletak di wilayah kabupaten Karanganyar Jawa tengah ini awalnya hanya berbentuk kecil seukuran pedagang kaki lima di atas sungai kecil di pinggir jalan.

bu Ugi/Jami
bu Ugi/Jami

Pada tahun 1950, ibu Jami yang sekarang telah berusia 74 tahun ini memperbanyak menu daganganya dengan menjual Cao buatanya sendiri. Cao adalah minuman yang terdiri dari kacang, roti, sirup, jahe, dan berbagai rempah lainya. Rasanya nikmat dan agak cenderung hangat. Selain itu, Ibu Jami juga menjual tahu dan lotis. Menurut testimoni para tetangga, makanan yang dijual ibu dengan 14 anak ini enak-enak dan bersih sehingga laris dan menjadi terkenal.
Setelah sekian lama berdagang tanpa menggunakan nama yang jelas, akhirnya ditentukan menggunakan nama Bu Ugi, nama itu diambil dari nama anak beliau yang bernama Ugi, karena penduduk sekitar sering memanggil-manggil salah seorang anaknya yang bernama Ugi itu. “kalau nama asli saya Jami, nama Ugi itu berasal dari nama anak saya”, kata beliau.
Keunggulan dari rumah makan Bu Ugi Tawangmangu adalah menu Sop Buntut dan Nasi Pecel. Kedua menu tersebut merupakan tradisi dari tahun-tahun awal ibu Jami berjualan dan membuka rumah makannya dengan nama Bu Ugi .
pecel_bu_ugiMenu pertama adalah nasi pecel. Sejak 1930 nasi pecel Bu Ugi sangat terkenal karena nikmatnya. Sepiring nasi, sayur bayam, tempe goreng kering, telur ceplok dan sambal kacang special adalah isi dari satu porsi nasi pecel. Rasanya sangat nikmat dan membuat ketagihan. Manis bercampur dengan asin, pedas, gurih, dan rasa khas kacang sebagai bahan dasar. “Rasa yang ada bisa dibilang enak dan sambal kacangnya itu lho yang seperti trade mark bagi rumah makan Bu Ugi”, komentar dari Putri, salah seorang pembeli nasi pecel. “Komposisi sambal kacangnnya sangat pas”, lanjutnya. “dilihat dari kebersihan makanan juga terjamin, ini membuat nasi pecel terasa lebih nikmat”, lanjutnya lagi. Menurut ibu Jami, sebenarnya komposisi sambal kacangnya tergolong biasa-biasa saja, menurutnya tidak ada tambahan bahan lain. Hal yang membuat special adalah takarannya meskipun ibu Jami tidak pernah menakar menggunakan takaran. Beliau hanya menggunakan insting saja, karena memang sudah ahli, maka hasilnya juga nyaris sempurna. Oleh karena itu nasi pecelnya terasa nikmat. Masakan yang enak ini dapat dinikmati hanya dengan Rp 6000 saja, murah bukan? Atau justru mahal? Tak mengapa, dengan kenikmatan yang ada, tentu harga tak akan menjadi hitungan.
sop_buntut_rm_bu_ugi_tawangmanguSejak tahun 1980-an bu Jami membuat menu baru yang menjadi andalan, yaitu Sop Buntut. Menu makanan ini tergolong special, dengan harga Rp. 12.000,- per porsi sudah termasuk dengan nasi, kita mendapatkan harga yang sebanding. Money to value menu ini adalah yang terbaik, mengapa? Karena selain rasanya yang sangat enak, jumlah daging dalam satu mangkuk sop sangat banyak. Dagingnya empuk dan gurih, kuahnya gurih, kental, dan sangat nikmat. “Dagingnya itu lho, banyak, sangat empuk dan gurih. Paling enak ya saat menguliti daging dari tulang”, kata Suharto, salah satu pengunjung dan seorang penikmat sop buntut. Ragam isi dari sop sendiri juga bisa membuat ketagihan, misalnya adanya wortel, sayuran iris, dan berbagai bumbu rempah halus. Menurut penikmat sop buntut, sop ini tidak ada duanya, dinilai dari banyaknya isi dan rasa yang ada. Tak salah jika money to value atau tingkat kesebandingan antara uang yang dikeluarkan dengan apa yang didapat paling baik.
Tidak lupa, minuman pendamping juga pantas diberi pujian, karena rasa dan kebersihan selalu diutamakan. Semisal es teh atau es jeruk. Minuman kesehatan juga dijual di rumah makan ini antara lain beras kencur botolan.
Berdasarkan bukti-bukti di atas, maka pantas jika rumah makan Bu Ugi sangat terkenal. Pengunjung pun juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan kelas atas sampai kalangan kelas bawah. Untuk kalangan atas, semisal presiden, ketika mantan presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai presiden RI, beliau pernah mencicipi masakan Bu Jami. “Dulu pak Gus Dur bersama ajudan-ajudannya juga makan nasi pecel disini”, bangga ibu Ugi. “Pak Andi Malarangeng juga pernah makan disini”, lanjutnya. “sudah banyak banget orang-orang terkenal yang makan disini, orang-orang keraton pun pernah mencicipi”, lanjutnya lagi.me_n_bu_ugi
Selain pengunjung yang ingin menikmati nasi pecel dan sop buntut, ada juga pengunjung yang datang untuk sekedar mewawancarai atau meliput. Umumnya mereka berasal dari berbagai media cetak, dan elektronik. Ada beberapa stasiun televisi nasional dan lokal yang pernah meliput rumah makan Bu Ugi dalam acara-acara kuliner antara lain TPI dan TATV. “Sudah banyak tapi saya agak lupa, dulu ada TVRI, TATv, TPI”, kata ibu Jami. selain televisi ada juga beberapa radio yang meliput akan tetapi ibu Jami lupa, juga beberapa media cetak yang pernah mewawancarai, ironisnya beliau juga lupa dari media mana, karena sudah lama jadi lupa.
Dalam menggalang tiang berdirinya usaha sebesar rumah makan, tentunya diperlukan adanya tenaga kerja. Begitu pula di rumah makan bu Ugi. rumah makan Bu Ugi mempekerjakan 12 karyawan di rumah makannya dan keduabelas karyawanya itu adalah keluarga beliau sendiri. “kabeh sing nyambut gawe cacahe rolas, anake kabeh” kata salah seorang putra bu Jami. Ini termasuk usaha memakmurkan keluarga.
Nyaris tidak ada komentar buruk mengenai rasa nasi pecel dan sop buntut buatan bu Jami. meski tidak berubah selama berpuluh-puluh tahun, tidak ada pelanggan yang bosan dengan masakan ibu 14 anak ini.
Usaha yang beliau rintis ini memiliki omset mencapai 3juta rupiah di hari minggu atau pada hari libur, sedangkan di hari-hari biasa mencapai 700 ribu hingga 800 ribu rupiah. Disini memang terlihat jelas bahwa usaha yang konsisten tetap akan membawa hasil yang konsisten pula. Dari usaha ini, ibu Jami dapat menyekolahkan ke empat belas anaknya hingga lulus perguruan tinggi.
Selain membuka usaha di tempat asalnya, Tawangmangu. Rumah makan Bu Ugi juga membuka cabang, sampai saat ini hanya satu cabang yang sudah berdiri, yaitu rumah makan Bu Ugi di Tipes, Solo. Tepatnya di jalan Veteran. Cabang di Solo ini dikelola oleh anak perempuan ibu Jami. untuk menjaga kualitas masakan, ibu Jami rajin mengontrol masakan di cabang Solo tersebut. “Kalau cabang sih sudah buka satu di Solo, yang buka anak perempuan saya. Lokasinya di Tipes jalan Veteran”, kata bu Jami.
Itulah anugerah dari Yang Maha Kuasa, segala sesuatu ciptaan yang terasa nikmat. Memasak ibarat berkarya membuat karya seni, sehingga menghasilkan masakan yang penuh cita rasa pula, seperti Nasi Pecel dan Sop Buntut Bu Ugi. Jika anda lapar dan membutuhkan pelarian dari hiruk pikuk pekerjaan, mungkin kedua menu tadi bisa menjadi pilihan yang bijak.

rumah makan bu ugi tawangmangu
ramai meski bukan hari libur

rm_bu_ugi_tawangmangu

Read Full Post »

Berbagai tempat yang indah dan menyenangkan banyak ditemui di berbagai belahan dunia. Termasuk salah satunya Tawangmangu. Apa itu tawangmangu? Dan ada apa dengan Tawangmangu sehingga layak untuk dikunjungi?
Tawangmangu berasal dari kata ‘tawang’ dan ‘mangu’ yang berarti langit dan tempat yang nyaman(kalo gak salah sih, hehehe :P) (CMIIW). Tawangmangu adalah sebuah kota kecil di lereng gunung Lawu, sisi paling timur dari kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Terletak 1200 meter diatas permukaan laut, Tawangmangu merupakan wilayah kecamatan yang bersuhu dingin serta cocok untuk dijadikan tempat wisata. Tawangmangu sangat mudah dijangkau, sekitar 1jam perjalanan dari kota Solo. terletak 40km dari Solo, tawangmangu dapat diibaratkan “puncak” bagi Solo. terdapat beberapa tempat wisata utama di Tawangmangu yaitu Grojogan sewu dan Balaikambang.
Taman ria Balaikambang adalah Taman yang dibuat untuk refreshing dan bermain-main. Sama dengan taman yang berada di Solo yang bernama Balaikambang juga, Balaikambang di Tawangmangu juga merupakan sebuah taman rekreasi. Balaikambang berlokasi strategis dengan dikelilingi Hotel dan Restoran. Di dalam Balaikambang, kita dapat berekreasi dengan berbagai arena yang tersedia. Bagian dalam balaikambang sangat luas sehingga butuh waktu yang lama untuk menjelajahinya. Arena yang paling terkenal diantaranya kolam renang, lapangan tenis dan menara pandang. Di kolam renang kita bisa berenang sesuka hati di air yang sejuk. Disebelah baratnya terdapat dua lapangan tenis yang cukup bagus. Jika ingin menikmati pemandangan dari atas, bisa naik ke menara pandang. Di atas menara kita bisa melihat pemandangan ke segala arah dari ketinggian. Hati-hati bagi yang mempunyai penyakit jantung dan takut ketinggian, karena jika sampai ke atas sungguh tidak disarankan. Akan tetapi pemandangan yang ada di atas menara sungguh mengagumkan, panorama yang indah terbentang di depan mata.
Selain tempat pariwisata tersebut, ada juga tempat wisata yang layak dikunjungi, yaitu Grojogan Sewu. Grojogan sewu merupakan sebuah air terjun di tengah hutan yang sangat asri dan alami.grojogan sewu Dengan ketinggian ar terjun mencapai 92 meter, luncuran air sangat deras dan menghasilkan percikan dan buih yang menyegarkan. Grojogan Sewu selain sebagai tempat wisata alami, juga sebagai rumah bagi berbagai spesies binatang. Binatang yang berpopulasi paling besar di dalam wilayah Grojogan Sewu adalah kera. Terdapat ratusan kera di wilayah Grojogan Sewu, yang pada umumnya menempati daerah dekat loket masuk. jadi, ketika pengunjung masuk wilayah Grojogan Sewu, kera-kera pasti akan menyambut pengunjung. Para pengunjung bisa berfoto bersama kera-kera atau sekedar memberi makan dengan snack. Pengunjung yang masuk Grojogan Sewu harus berjalan menuruni jalan setapak yang telah dibangun selama 5menit untuk sampai di tempat air terjunnya. Sementara untuk keluar, pengunjung harus berjalan menaiki anak tangga yang jalurnya bersebelahan dengan jalur untuk turun. Selain loket atas yang umum digunakan, pengunjung juga dapat menggunakan loket bawah yang terletak cukup jauh dari loket atas. Di loket bawah, kurang ramai, akibatnya kera-kera yang biasa menyambut para pengunjung tidak suka berada di loket bawah. Sementara loket bawah hanya memiliki sedikit jalan yang mendaki dan menanjak, sering digunakan bagi orang-orang yang sudah tua karena akan lebih mudah untuk mencapai pusat wisata.
Selain taman Balaikambang dan Grojogan Sewu, pasar wisata Tawangmangu juga sayang untuk dilewatkan. Tempat ini merupakan pengembangan dari pasar tradisional yang sudah belasan tahun dioperasikan. Oleh pemerintah Kabupaten Karanganyar, pasar tersebut di renovasi dan dijadikan tempat yang potensial untuk wisata belanja. Barang-barang yang diperjual belikan sangat beragam mulai dari jajanan ringan, buah-buahan dan sayuran, sampai oleh-oleh khas tawangmangu.
Yang biasanya lebih disukai dari Tawangmangu adalah suasana tempatnya. Begitu asri, dingin, bersih dan segar. Kenyamanan seperti ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang sangat sibuk untuk melepas penat. Terbukti dengan berdirinya banyak hotel dan penginapan.
Hotel di Tawangmangu sendiri tergolong baik dan yang tertinggi adalah berbintang dua. Untuk tariff hotel dan penginapan, hotel-hotel dan penginapan di Tawangmangu relative murah jika dibandingkan dengan hotel lain yang sekelas di kota-kota. Rata-rata harganya 50 ribu sampai 100 ribu rupiah per kamar per malam. Bahkan ada yang mematok harga 25 ribu rupiah untuk satu malamnya.
Selain hotel dan penginapan, banyak juga orang yang menyewakan villa. Rata-rata penyewa villa adalah sekelompok orang dan biasanya dalam rangka kegiatan suatu organisasasi. Untuk villa biasanya dipatok harga antara 100ribu sampai 2juta rupiah per malam, tergantung dari lokasi dan fasilitas dari villa tersebut.villa tawangmangu
Dalam bidang ilmu pengetahuan, Tawangmangu memiliki Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional atau lebih dikenal dengan B2P2TO-OT. Balai ini merupakan satu-satunya di Indonesia, oleh karena itu penting untuk dikunjungi jika ke Tawangmangu. Di dalam balai ini dilakukan penelitian dan pengembangan berbagai obat untuk berbagai penyakit yang berasal dari berbagai tumbuhan dan tanaman alami. Selain sebagai tempat pengembangan, B2P2TO-OT juga membuat “WISLIT TO-OT” atau Wisata Ilmiah Litbangkes, yaitu suatu kegiatan yangmengintregrasikan antara pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang riset tanaman obat dan obat tradisional dengan rekreasi dan seni. Tujuanya adalah ikut mencerdaskan masyarakat luas, melalui pengenalan, penguasaan Iptek dengan riset dan alih teknologi (pelatihan). Sementara objek WISLIT sendiri adalah koleksi tanaman obat, etalase tanaman obat, lawu garden, museum mini, herbarium, mini bank extract, laboratorium dan instalasi, perpustakaan, dan gift shop.
Jadi, Tawangmangu adalah tempat yang tepat untuk mengisi hari libur. Di Tawangmangu, selain dapat menyegarkan pikiran juga dapat menambah pengetahuan. Tawangmangu adalah tempat yang lengkap. Lalu, bagaimana dengan liburan anda?


(written by: Jaller Abiad Hairohmi)


Read Full Post »