Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tulisan iseng’ Category

resep-minuman-teh-serai-menyehatkan

Well, suatu hari Jaller membuat teh dengan bahan teh daun alias teh tubruk. Salah satu yang bikin teh jenis ini disukai adalah rasanya yang masih cenderung asli dan masih terasa teh nya. Jika dibandingkan dengan teh jenis celup, teh tubruk masih lebih berasa enaknya. Lagipula teh daun ini sangatlah murah. Beberapa rekan juga mengatakan hal yang sama serta menambahkan alasan mereka, yaitu; mereka menyangsikan teh celup yang ketika dicelupkan langsung berwarna merah, apakah itu pewarna atau apalah. Selain karena takut pewarna, ternyata beberapa orang juga takut akan adanya perasa dan aroma artifisial pada teh celup. (lebih…)

Read Full Post »

Inilah beberapa photo yang menunjukkan adanya tulisan atau link blog pribadi saya. ini masih sebagian, masih ada yang lainnya yang belum diupload dan belum tertangkap kamera. saya masih berburu photo kek gini. so, stay tuned ajha ya.

nah setelah beberapa waktu berburu, akhirnya beberapa dapat aku temukan lagi. dan kali ini lebih jelas dan lebih besar, cekidot

Read Full Post »

Tanggal 11 Oktober 2011 pas malem-malem, saya sengaja memarkir motor di deket pohon, saya pikir akan aman. pada kenyataannya waktu aku ngecek, tenyata ada sebilah kayu kering, panjang dan runcing sudah tertancap di jok belakang. pikiran tiba-tiba menaruh curiga terhadap beberapa orang. namun selelah liat liat kondisi sekitar dan menge-cek karakter kayu yang tertancap, barulah ketahuan apa sebabnya. yaitu bagian atas bangunan ada jajaran kayu yang udah tua, mungkin karena patah dan tertiup angin yang kencang, maka terjatuh. dan lagi-lagi apesnya motorku, kejatuhan dan tertancap. bekasnya ada robekan pada kulit jok. ya sudah besok rencana mau diganti saja. bahan sintetis murah kok.

Read Full Post »

Bulan oktober di kota Solo, suhu udara sepertinya makin hangat saja, terutama pas waktu malam. jika dirasakan lebih mendalam, udara cenderung lebih lembab dari yang biasanya, padahal tidak terjadi hujan sama sekali. ada apa gerangan?

Well, tiap tahunnya memang terjadi hal seperti ini. yaitu hawa panas dan lembab yang meliputi badan. rasanya gak nyaman. sebenarnya fenomena ini adalah akibat dari awan yang ada di atas kota solo. kenapa? karena awan itu berperan ibarat selimut. Ketika siang, matahari memanasi tanah, setelah hampir malam, awan yang tebal dan merata itu mulai muncul dan menghalangi lepasnya panas keluar atmosfer. Akibatnya, panas tersebut tertampung diantara bumi dan awan. kita kan berada di antara keduanya, makanya kita yang kena imbasnya, hawa panas dan lembab menyelimuti.

meski terdengar buruk, akan tetapi ada keuntungan juga buat kita-kita yang ingin berkeringat, atau yang kepengan olahraga dan banyak keringat. tentunya akan sangat mudah memeras keringat dan kotoran serta racun dalam tubuh untuk keluar.

Read Full Post »

acara buber ini diadakan di pemancingan dan lesehan Dewa dewi. sebenere aku tidak kenal mereka sampai pada waktu itu aku diajak masuk ke grup S.W.A.T. setelah ngumpul semua, oooohhh jadi ini tha mereka itu,.. πŸ™‚ jadi kenal deh,.. hahaha thank u S.W.A.T. makanannya enak, ngumpulnya juga hangat dan damai…. thank u juga buat mas dana,.. hahaha

 

 

Read Full Post »

Keju

Susu diasamkan dan dibiarkan menggumpal. Kemudian cairan dan bagian menggumpal tadi dipisahkan. Bagian yang menggumpal harus dikeringkan dan dicetak dalam cetakan sampai betul-betul kering. Lama pengeringan sangat variatif, tergantung pada temperatur dan kelembapan udara. Itu makanya hasil keju sering berbeda-beda dari segi tekstur, warna, dan keharuman. Tetapi ini tentu hanya berlaku pada keju yang dibuat secara tradisional, bukan yang diolah di pabrik dengan peralatan modern.

Secara garis besar, keju dibagi tiga bagian:

1.Keju yang dimasak 2.Keju yang lembut (soft cheese) Contoh keju yang lembut adalah brie, camembert, dan gaperon. 3. keju yang keras (hard cheese) Contoh jenis hard cheese adalah ementhal,edam, gouda, dan cheddar.

Jenis keju juga terlihat dari kandungan lemak, warna, dan teksturnya.

Proses pematangan:

Untuk mendapatkan rasa, aroma dan penampilan yang khas, setiap jenis keju mengalami proses pematangan yang berbeda-beda, baik dari sisi lamanya proses (bervariasi antara 2 minggu sampai 7 tahun), suhu di mana bakal keju dimatangkan, dan bahan-bahan lain yang ditambahkan ke dalam keju.

Misalnya keju Appenzell dari Swiss direndam dalam campuran bumbu dan anggur putih selama beberapa saat, keju Leiden dari Belanda ditambahkan sejenis jintan (cumin), atau beberapa jenis keju segar yang dibubuhi daun bawang atau biji lada hijau.

Ada jenis keju yang selama proses pematangan diolesi air garam setiap waktu tertentu, ini membuat kulit keju menjadi keras.

Ada juga keju yang dimatangkan sambil dibungkus kain, kayu, lilin, dan sebagainya, baik hanya selama beberapa hari maupun sepanjang masa pematangan.

Keju Cheddar yang banyak kita kenal dimatangkan dengan dibungkus kain katun selama beberapa hari di awal masa pematangan, sementara keju Edamer bahan pembuat kue kaasstengels dibungkus lilin yang biasanya berwarna merah.

Proses pematangan tertentu juga membuat keju menjadi berlubang-lubang.

Pemrosesan lebih lanjut:

Beberapa jenis keju diproses lebih lanjut setelah matang, misalnya diasap, dibuat menjadi keju lembaran seperti Kraft sliced yang kita kenal di Indonesia, atau dibentuk kotak kecil seperti La Vache Qui Rit, si sapi tertawa asal Perancis yang juga dapat ditemui di supermarket besar di Indonesia.

Keju dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan konsistensinya:

Keju segar (fresh/unripened) yang tidak mengalami proses pematangan.

Rasanya biasanya netral dan tidak begitu asin, berbentuk seperti krim karena mengandung lebih dari 70% air, serta tidak begitu awet.

Contohnya Cottage, Philadelphia dari Amerika Serikat, Ricotta, Mascarpone dari Italia .

Mozzarella yang biasa ditaburkan di atas pizza pun ternyata termasuk keju fresh, karena walaupun bentuknya semikeras, ia tidak mengalami proses pematangan.

Keju lunak, baik yang berkulit seperti Brie, Camembert dari Perancis maupun yang tanpa kulit seperti Limburger si super bau dari Belgia dan Feta dari Yunani.

Ciri utamanya adalah memiliki konsistensi yang empuk dan lembut, walaupun agak sulit dioleskan.

Dalam proses pembuatannya, gumpalan (curd) dipotong-potong kira-kira sebesar bola pingpong dan keju dimatangkan sekitar 2-4 minggu.

Keju iris semikeras, yang walaupun agak empuk, jika diiris memiliki bentuk yang tetap.

Contohnya Bel Paese dari Italia. Sebagian besar blue cheese termasuk golongan ini, misalnya Stilton dari Inggris, Gorgonzola dari Italia, Roquefort dari Perancis, dll.

Keju iris. Jenis yang terkenal misalnya Edamer dan Gouda dari Belanda, serta Cheddar dari Inggris. Keju Kraft yang kita kenal di Indonesia adalah juga jenis Cheddar.

Dalam pembuatannya, gumpalan dipotong-potong sebesar kacang polong dan keju dimatangkan antara 4-12 minggu.

Keju keras.

Dalam proses pembuatannya, gumpalan dipotong menjadi bagian yang sangat halus, kira-kira sebesar butiran gandum. Masa pematangannya minimal 3 bulan.

Keju yang sangat keras kadang dimatangkan sampai 3 tahun, dan biasa dinikmati dengan cara diparut, misalnya Parmesan dari Italia. Contoh lain dari keju keras adalah Emmentaler dari Swiss. Keju jenis ini biasanya sangat tahan lama.

Read Full Post »

Ben Spies admitted he did not expect to be celebrating a top-three finish so soon in his debut season after stepping onto the podium at Silverstone on Sunday, following a fantastic display in the AirAsia British Grand Prix. The American took third place to register his best result of the 2010 campaign so far, which had previously been fifth place in the opening round at Losail. After a difficult practice session on Saturday Spies qualified in seventh place, and he tracked down the pack which was competing for the remaining two podium steps behind race winner Jorge Lorenzo. β€œI didn’t expect to get my first podium so quickly, especially after yesterday which wasn’t the best for me,” explained Spies, who rose up the field to mount a daring final-lap overtake on Nicky Hayden at Abbey Corner to take third spot. β€œI got a decent start but once I got by Dani (Pedrosa) and (Marco) Simoncelli I just tried to stay on the back of the group battling for the podium. Once I realised I could stay in contention I just tried to save the rear tyre as much as I could and it all worked out.” Describing the move that sealed his result, Spies continued: β€œThat last lap was difficult to pass Nicky but I got a really good drive onto the back straight and tried to pass him at Stowe Corner, but he came back by. On the next straight I managed to get by him and then had to ride quite defensively on the last part of the lap. I was on the edge but I had to go for the podium and it worked out.” Spies now occupies seventh position in the World Championship standings, as back-to-back races at Assen and Catalunya approach. β€œIt will be hard to duplicate this but right now I’ll let it sink in and make the most of it,” he added. β€œBut on this day I can say I was the third best rider in the world and it is a good feeling.”

Read Full Post »

Older Posts »