Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Teknologi’ Category

resep-minuman-teh-serai-menyehatkan

Well, suatu hari Jaller membuat teh dengan bahan teh daun alias teh tubruk. Salah satu yang bikin teh jenis ini disukai adalah rasanya yang masih cenderung asli dan masih terasa teh nya. Jika dibandingkan dengan teh jenis celup, teh tubruk masih lebih berasa enaknya. Lagipula teh daun ini sangatlah murah. Beberapa rekan juga mengatakan hal yang sama serta menambahkan alasan mereka, yaitu; mereka menyangsikan teh celup yang ketika dicelupkan langsung berwarna merah, apakah itu pewarna atau apalah. Selain karena takut pewarna, ternyata beberapa orang juga takut akan adanya perasa dan aroma artifisial pada teh celup. (lebih…)

Read Full Post »

Read Full Post »

image

Well, secara standar pengapian Suzuki Shogun SP sudah cukup besar untuk ukuran bebek. Akan tetapi seiring bertambahnya usia pakai dari motor, berkuranglah performa pengapian. Berkurangnya pun bahkan jauh dibawah standar. Efeknya, selain tenaga berkurang, bahan bakar pun dirasa semakin boros.
Ciri yang paling nampak adalah berkurangnya tenaga, karena pembakaran menjadi tidak sempurna karena api busi mengecil. Ciri yang lain salah satunya adalah timbulnya kerak atau jelaga yang berlebihan pada piston dan ruang bakar sehingga mempengaruhi keseluruhan proses pembakaran.
Berbagai cara pun dapat ditempuh demi mengembalikan performa mesin di sektor pengapian. Beberapa contohnya adalah mengganti CDI standart dengan CDI racing, mengganti koil standar dengan yang merk Aftermarket berlabel Racing. Akan tetapi, komponen yang racing-racing tersebut tidaklah bersahabat pada kantong sebagian dari kita, termasuk saya, hehehe
Namun telah ada solusi jitu bagi yang mengalami masalah pengapian dan masalah kantong sekaligus. Yaitu memperbesar pengapian menggunakan kapasitor yang berharga murah meriah, harga satuan hanya 500 perak(harga di toko Tawangmangu). Bahkan ada yang gratis lho, loh kok bisa? Yha bisa dengan cara minta ama temen yang beli kebanyakan, hehehe
image Ukuran kecil mungil.

Yap, sekarang kita bahas cara pembuatannya. Pertama-tama bongkar dulu body motor yang menutupi sektor mesin dan koil. Kalau di Shogun SP sih cukup body tebeng samping saja. Nah setelah semua yang perlu dicopot terlepas, bersihkan dulu koil dari debu yang menempel biar enak maeninnya. Langsung saja tanpa basa basi potong kabel dari CDI ke koil, trus pasang kapasitor yang kita persiapkan tadi. Oiyha kapasitornya yang ukuran 4,7µf soal ukuran volt, yang aman pakai saja yang 50volt. Jika ingin memakai tegangan yang lebih tinggi silahkan tapi resiko gak ditanggung oleh Anytopic, hehe. Sementara kutub positif ditunjukkan dengan kaki kapasitor yang panjang dan negatif oleh kaki yang pendek.
Cara pemasangannya juga cukup mudah, hanya cukup menyambungkan kaki positif kapasitor ke koil dan negatif ke CDI. Mudah bukan? Hanya perlu penyambungan yang sempurna, dengan solder dan tenol, maka cukuplah itu. Setelah semuanya tersambung dengan baik, alangkah baiknya jika dibungkus dengan isolasi agar tidak terjadi korsleting.
Dari hasil yang anytopic coba, pembakaran menjadi lebih sempurna, bisa dilihat dari warna elektrode busi yang berwarna merah bata, berubah dari sebelumnya yang berjelaga. Nah Anytopic melakukan test dengan Shogun FL, untuk motor lain, silahkan melakukan percobaan. Untuk motor yang masih menggunakan pengapian standar, spek kapasitor bisa sama. Kecuali motor yang telah melakukan bore up extreem, pastilah spek kapasitor dapat berbeda.

Read Full Post »

image

Rem cakram anda berbunyi kasar? Atau berdecit? Penyebabnya bisa dari kampas atau sepatu rem yang kotor, juga bisa dari piringan cakram yang kotor.
Menghilangkan decitan itu gampang, menurut Jaller, salah satu cara adalah melumuri kampas dengan oli mesin. Ha.. oli mesin bisa? Kenapa enggak? Simpel saja, lepas kampas rem lalu bersihkan dengan kompresor, kalo ga ada kompresor yha bisa dengan lap sedikit basah. Setelah itu kita lumuri dengan oli meain yang masih baru sebagaimana kita melumuri roti dengan selai. Lalu ratakan sampai merata. Diamkan sejenak mungkin 1 menit atau 2 menit(kalau jaler sih prakteknya 1menitan saja). Tempelkan kedua kampas seperti sadwich atau oreo dengan sisi kampas saling berhadapan. Gesek-gesekkan sebentar.
Warna oli akan berubah menjadi hitam kotor, pertanda kotoran terangkat. Terus gosokkan sampai dirasa cukup. Lalu keringkan kampas tadi dengan cara di lap dengan kain bersih sampai kering.
Sebelum kampas dipasang lagi, ada baiknya piringan cakram juga dibersihkan, bisa dicuci dengan air sabun atau di lap dengan kain sedikit basah. Setelah dibersihkan, bisa dilumuri oli baru di bagian yg nantinya akan bersinggungan dengan kampas(optional). Kalau jaller sih dilumuri juga agar bener2 sempurna. Caranya adalah dengan membasahi kain yang bersih dengan oli mesin lalu dioleskan di bagian piringan. Dan dilap lagi hingga kering. Nah warna piringan akan menjadi sedikit gelap dan mengkilap.
Pasang kembali kampas remnya dan test jalan. Pada awalnya akan terasa rem tidak pakem, terus saja melakukan test hingga rem bekerja normal kembali. Nah sekarang rem cakram pakem dan bebas dari bunyi berdeciit. Juga kampas akan jadi lebih awet.

Tambahan; untuk cakram belakang, lebih baik jika praktek melumuri oli ini dilakukan, karena untuk kecepatan tinggi, rem belakang yang terlalu pakem justru akan membahayakan.

Read Full Post »

semua orang yang mengerti tentang mesin pasti akan mengamini statement saya. Bahwa “efisiensi akan lebih baik menggunakan kopling manual dibandingkan dengan kopling otomatis”. Alasannya adalah perangkat sentrifugal yang digunakan pada kopling otomatis itu membebani mesin. ya iyalah lha wong pert itu tergolong berat dan itu bergerak yang mempunyai sumbu pada kruk as mesin. dengan berat perangkat sentrifugal tersebut, putaran mesin terbebani dan menyebabkan putaran mesin kurang spontan. akibatnya adalah penggunaan bensin yang lebih boros, meski hanya terpaut sedikit.

Saya membayangkan jika perangkat pengkopel gigi sekunder itu ditanggalkan, pasti putaran mesin akan lebih lancar dan konsekuensinya adalah pengiritan bahan bakar. dan memang benar saja, pendapat saya beda sedikit dengan pendapat para ahli mesin, yaaah kalo borang jakarta bilang sebelas duabelas lah. tapi tentu semua itu ada yang mesti dikorbankan, misalnya dalam hal kepraktisan.

tentu saja lha wong dulu otomatis sekarang manual kok. tapi kata salah seorang ahli sepeda motor, skill seseorang akan meningkat jika mengendarai motor berkopling manual. karena apa? karena dengan memakai yang manual, otomatis kendali motor sepenuhnya ada pada rider. dengan kata lain, apapun mau rider, motor siap buat nurut aja. berbeda dengan motor yang full otomatis, perintah rider seperti dikebiri. misalkan saja saya naik vario atau xeon, pengenya torsi motor dan tenaga tersalur sedemikian rupa, eh pada kenyataannya malah sangat lelet, sungguh terlalu.

bukti-bukti yang lain adalah motor-motor balap menggunakan perseneling dan kopling yang full manual, dengan maksud agar kemauan rider tersalur pada motor seutuhnya, jadi bisa sehati antara motor dan rider.

motor balap menggunakan kopling manual

nah dengan alasan itulah tampaknya saya berencana mengganti kopling otomatis menjadi manual. dengan pertimbangan bahan bakar akan lebih irit, tentunya lari motor juga tak dikebiri lagi. hal yang menyenangkan disini adalah menerapkan ilmu mekanik yang saya miliki kepada kuda besi saya. selain itu juga kuda besi akan lebih keren dengan kopling manual.

bahan bahan yang perlu disiapkan antara lain adalah handle buat stang kiri, kabel kopling yang kuat, kover mesin kanan yang sudah dimodofikasi agar dapat dipasangi as penonjok, dan batang penonjok itu.

perangkat kopling manual

bahan-bahan tersebut tidaklah murah, melainkan mahal, dan yang lebih mahal adalah keruwetan dalam perubahan ini. belajar dari berbagai mekanik pendahulu yang kenyang makan asam garam dan trial and error, maka saya pun berpikir akan mengalami trial and error juga. memang sih, semuanya butuh belajar, dan belajar paling baik adalah dari trial and error yang kita lakukan sendiri, karena justru kejadian error itulah yang akan terus nyantol dalam waktu yang lama pada otak kita.

sampai saat init, saya belum sempet memasang perangkat tersebut, karena belum ada waktu luang yang panjang. jadi cukup sekian dulu artikelnya, artikel tentang pemasanga akan dibuat setelah proses pemasangan berhasil,.. hehe insyaallah berhasil,.. amiin deh

Read Full Post »

It might look like it would be more at home on the moon, but the space-aged Extra Terrestrial Vehicle (ETV, for short) will be unveiled at the MPH show in London’s Earls Court on November 4.

The show car is one of only four in existence and the only example that will be on public display for the foreseeable future.

Details are sketchy at this stage, but we do know that it will have Lamborghini style gullwing doors and hidden wheels.

The ETV has been supplied to the show by the London Motor Museum and the cockpit has a right-hand drive layout, so it’s suitable for the UK market.

The remaining three ETVs are privately owned, but we may see more of them in future. All we know about the engine for the moment is that it’s ‘basic’, but there are plans to develop the ETV into a powerful eco-car, probably using an electric drivetrain.

In addition to the ETV, the London Motor Museum will display the world’s first Street Rod supercars on its MPH stand.

The pair of ‘Nite Black’ and ‘Day White’ classic Ford Zephyrs are hand made and worth £500,000 and £250,000 respectively. Each car also has diamond-encrusted wheels, a 5.3-litre V8 engine and an in-car iPad. See mphshow.co.uk for more details and ticketing information.

Read Full Post »

Oleh : Jaller Abiad

Sumber : NASA

Terkadang, kita menggunakan benda-benda sehari-hari dengan enjoy saja tanpa tidak tahu/mau tahu tentang seluk beluk benda tersebut seperti penemunya, cara kerja mekaniknya dan teknologi yang digunakan. Akan tetapi berkat kerja keras para ilmuwan dari NASA atau National Aeronautics and Space Administration yang meneliti dan melakukan segala daya upaya untuk mengembangkan peralatan angkasa luar, maka jadilah teknologi tersebut teraplikasi pada benda-benda yang mungkin kamu gunakan tiap harinya. Berikut ini saya menginformasikan 10 penemuan teknologi dari NASA yang kebanyakan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Penemuan pertama: Filter Air.

Air, adalah zat yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena manusia tak dapat hidup tanpa air, kemampuan untuk menyuling air kotor menjadi air bersih adalah pencapaian yang luar biasa dari ilmu pengetahuan.

Para astronot butuh cara untuk mendapatkan air bersih di luar angkasa, karena bakteri dan penyakit dapat menjadi lebih mematikan di angkasa. Teknologi penyaringan air telah dikenal sejak awal 1950an, tetapi NASA ingin mengetahui bagaimana memurnikan air pada situasi yang ekstrim dan menjaga air tetap bersih untuk periode yang lama.

Jika kau melihat filter air, kau biasanya dapat menemukan bongkahan-bangkahan kecil arang di dalam filter. Terkadang, ketika kamu pertama kali menggunakan filter air, kamu akan menemukan flek hitam kecil dari bongkahan-bongkahan itu. Arang ini diaktivkan dan mengandung ion-ion perak yang menetralkan bakteri pathogen dalam air. Bersamaan dengan membunuh bakteri dalam air, filter juga menekan pertumbuhan  bakteri. Perusahaan-perusahaan besar telah menerapkan teknologi ini dan telah membawa pada kita sistem penyaringan air. Jutaan orang telang menggunakan filter air dirumah mereka tiap hari.

2. Penemuan kedua: Peralatan-Peralatan Tanpa Kabel.

Ketika kamu membersihkan debu dan kotoran di lantai rumah menggunakan penyedot debu tanpa kabel, kau sedang menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan astronot di bulan. Meskipun Black & Decker telah menemukan pertama kalinya alat-alat bertenaga batterai pada tahun 1961, penemuan yang mirip dari NASA menyempurnakan teknologi dari Black & Decker seperti instrumen medis nirkabel atau penyedot debu bentuk genggam dan lain-lain.

Pada pertengahan 1960an, dalam persiapan misi Apollo ke bulan, NASA memerlukan alat untuk mengambil sampel dari batuan dan tanah di bulan. Bor menjadi kecil dan ringan, kompak dan cukup bertenaga untuk menggali lebih dalam permukaan bulan. Karena mencari colokan listrik di bulan sangatlah tidak mungkin, NASA dan Black & Decker menemukan dan mengembangkan alat-alat bertenaga batterai, bor magnet. Digunakan dalam konteks lingkungan luar angkasa, Black & Deckermengembangkan sebuah program komputer untuk peralatan yang mengurangi konsumsi daya dan memaksimalkan penggunaan batterai.

Setelah proyek NASA, Black & Decker mengaplikasikan prinsip kerja peralatan tadi untuk membuat peralatan lain menjadi bertenaga batterai yang dapat digunakan masyarakat sehari-hari.

3. Penemuan ketiga: Lapisan Khusus Pada Jalan.

Lapisan pada jalan raya ini memungkinkan gaya gesek yang lebih tinggi terhadap ban untuk menekan jumlah kecelakaan akibat tergelincir. Nah lapisan ini pada awalnya digunakan oleh NASA pada lapangan udara tempat pesawat ulak alik mendarat.

Sekarang, banyak jalan-jalan tol diseluruh dunia menggunakannya untuk menambah gaya gesek pada ban sehingga grip lebih kuat. Inti permasalahannya adalah menjadikan pijakan tidak licin meski terdapat air sekalipun pada permukaannya. Contoh, pada kolam renang modern juga terdapat lapisan ini pada tepiannya.

4. Penemuan keempat: Detektor Asap Yang Dapat Disetel.

Dimana ada asap, pasti ada api. Para insinyur NASA tahu pakta simpel itu ketika mereka mendesain Skylab pada tahun 1970an. Skylab adalah stasiun luar angkasa pertama milik Amerika, dan para astronot harus tahu jika api dan asap tidak boleh ada di dalam ruangan stasiun. Bekerja sama dengan perusahaan Honeyball, NASA menemukan detektor asap pertama dengan tingkat kesensitifitasan yang berbeda-beda untuk menekan kesalahan bunyi alarm.

Untuk memasarkan pada konsumen, produk ini dinamakan ionization smoke detector. Yang berarti alat ini menggunakan  sebuah elemen radio aktif bernama americium-241 untuk mendeteksi asap dan gas berbahaya. Ketika partikel bersih(oksigen dan nitogen) bergerak melalui detektor, americium-241 mengionisasi partikel tersebut, yang menghasilkan partikel elektrik. Jika partikel asap memasuki detektor, asap akan mengganggu interaksi detektir dan oksigen, dan kemudian memicu alarm untuk berbunyi.

5. Penemuan kelima: Telekomunikasi Jarak Jauh.

Telepon jarak jauh mungkin sudah bukan hal asing bagi sebagian besar kita. Telepon seluler dan sarana layanan melalui VoIP telah menjadi teknologi murah meriah sekarang ini. Meski penemu telepon bukanlah orang NASA, akan tetapi yang dimaksud telekomunikasi jarak jauh disini bukan sekedar telepon saja. Bahkan teknologi itu dikembangkan beberapa dekade lamanya.

Sebelum manusia dikirim ke luar angkasa, NASA membangun satelit-satelit yang dapat dikomunikasikan dengan manusia di bumi dan menunjukkan seperti apa luar angkasa itu. Menggunakan teknologi satelit yang sama, sekitar 200 satelit komunikasi diorbitkan di luar angkasa setiap harinya. Satelit-satelit ini mengirim dan menerima pesan. Satelit-satelit ini membuaat kita dapat menelepon teman kita di Italia sementara kita berada di Indonesia. NASA mengawasi lokasi dan kondisi tiap satelitnya dan memastikan kita dapat menikmati sarana komunikasi jarak jauh setiap harinya.

6. Penemuan keenam: Teknologi Sol Sepatu.

Saat ini sepatu athletik mengadopsi teknologi dari sepatu boot yang digunakan Neil Armstrong. Bagaimana bisa?

Seluruh pakaian luar angkasa didesain untuk misi Apollo termasuk desain sepatunya.  Sepatu yang dipakai para astronot menggunakan pegas kecil yang ditanamkan dalam bagian bawah sepatu. Pegas ini membantu para astronot untuk melangkah lebih nyaman di bulan. Berbagai perusahaan sepatu athletik mengadopsi teknologi ini untuk membuat sepatu yang dapat mengurangi dampak buruk pada kaki dan persendian di kaki.

Pada pertengahan 1980an, perusahaan sepatu KangaROOS USA mengaplikasikan prinsip kerja teknologi ini dan material yang dipakai sepatu astronot pada jajaran model sepati athletik baru yang diproduksi secara masal. Dengan bantuan dari NASA, KangaROOS mematenkan teknologi busa Dynacoil three-dimensional polyurethane yang mendistribusikan gaya pada kaki yang timbul ketika berjalan atau berlari. Dengan mencampurkan serat kedalam bahan busa, sepatu KangaROOS menyerap energi dari kaki yang menghantam landasan/jalan, dan memantulkan kembali energi itu ke kaki.

Sekarang, perusahaan-perusahaan sepatu lain, AVIA, juga menggunakan teknologi sepatu astronot pada sepatu athletik.

7. Penemuan ketujuh: Thermometer Telinga.

Memeriksa suhu badan ketika sakit dapat menjadi sebuah pekerjaan yang rumit. Thermometer standard(mercury) sangat sulit untuk dibaca, dan jenis yang rektal sungguh tidak nyaman untuk digunakan. Pada tahun 1991, thermometer inframerah yang ditempatkan pada telinga merubah segala kesulitan tadi, menyederhanakan dan mempercepat proses pemeriksaan.

Diatek, yang mengembangkan jenis thermometer ini, melihat bahwa lamanya waktu perawat dalam memeriksa suhu sangatlah perlu penanganan. Sekitar satu milyar kali pengecekkan suhu yang terjadi di rumah sakit di Amerika yiap tahunnya, perusahaan berpikir untuk menyelamatkan waktu yang berharga dan terbuag dalam pengecekkan dengan menggunakan mercury. Sebagai pengganti, Diatek mengambil keuntungan dari teknologi NASA tentang kemajuan dalam bidang teknologi suhu bintang dengan teknologi inframerah.

Bersama dengan laboratorium Jet Propulsion milik NASA, perusahaan Diatek menemukan sensor inframerah yang layak untuk ditanamkan dalam thermometer. Thermometer telinga dengan sensor infra merah mengambil suhu pada telinga yang dikeluarkan oleh gendang telinga pada lubang telinga. Karena gendang telinga berada pada bagian dalam tubuh, gendang telinga bersuhu sama dengan suhu dalam tubuh alias lebih presisi dalam hasil yang terdeteksi. Thermometer infra merah yang berada di rumah sakit dapat mengukur suhu kurang dari 2 detik.

8. Penemuan kedelapan: Busa.

NASA membantu orang-orang tidur lebih nyenyak pad malam hari. Busa tamper diproduksi oleh beberapa perusahaan dalam banyak merk. Padahal aslinya diproduksi untuk penerbangan ke luar angkasa.

Pada awalnya, busa dibuat untuk jok kursi pesawat luar angkasa untuk mereduksi getaran dan hantaman saat mendarat. Busa itu sendiri terbuat dari sejenis plastik polyurethane-silikon. Busa ini dapat menyerap ketaran dan tekanan bahkan jika busa harus digencet sampai menjadi 1/10 ukuran semula.

Tapi sekarang, pemakaian busa itu tak hanya oleh penerbangan luar angkasa, akan tetapi juga dipakai pada jok mobil dan sofa dirumah dan tempat tidur.

Dalam bidang kesehatan, dokter bedah tulang juga menggunakan komposisi busa khusus ini untuk membiat bantalan pada sendi antara tulang.

9. Penemuan kesembilan: Lensa Anti-Gores.

Jika kamu menjatuhkan kacamata ke lantai, lensanya kadang tidak akan pecah. Itu karena pada tahun 1972, badan administrasi pangan memilih pembuatan lensa dengan plastik dari pada dengan kaca. Plastik lebih murah, lebih baik dalam menyerap radiasi sinar ultraviolet, lebih ringan, dan tidak mudah pecah. Tetapi, plastik juga mempunyai kelemahan. Plastik yang belum diberi lapisan sangat mudah tergores, dan goresan tersebut dapat mengganggu penglihatan.

Karena partikel kotor juga ada di lingkungan luar angkasa, NASA membutuhkan lapisan khusus untuk melindungi peralatannya, seperti visor helm yang dipakai para astronot. Mangambil kesempatan, Foster-Grant sebuah perusahaan manufaktur kacamata membeli hak cipta dari NASA untuk teknologi ini. Lapisan khusus membuat lensa plastik sepuluh kali lebih tahan terhadap goresan dari pada lensa yang tak diberi lapisan.

10. Penemuan kesepuluh: Kawat Gigi Yang Tak Terlihat.

Banyak dari remaja yang memakai kawat gigi dewasa ini. Menyebabkan mulut terlihat penuh dengan kawat. Tapi tidak akan lagi di masa depan, karena kawat gigi tak terlihat telah memasuki pasar pada tahun 1987, dan sekarang telah banyak jenisnya dan merknya juga.

Kawat gigi tak terlihat dibuat dari bahan bernama translucent polycrystalline alumina (TPA). Perusahaan bernama Ceradyne mengembangkan TPA bekerjasama dengan riset lanjutan NASA dalam bidang keramik untuk melindungi antena inframerah pada radar misil.

Beberapa waktu kemudian, perusahaan lain bernama Unitek mengembangkan desain baru untuk kawat gigi. Desain itu lebih estetis dan nyaman serta tikak mengkilap. Kawat gigi jenis ini ditemukan bahwa TPA dapat menjadi bahan yang tepat karena cukup kuat untuk menahan gigi dan tidak mengkilap, menjadikan TPA digunakan untuk memproduksi kawat gigi tak terlihat. Karena kepopulerannya yang instan, kawat gigi tak terlihat menjadi produk yang paling sukses dalam bidang industri orthodontik.

Read Full Post »

Older Posts »