Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Otomotif’ Category

shogun1

Shogun FL atau Robot

Well, sudah sekitar tahun 2003 yang lalu templar model roller atau yang biasa kita kenal dengan nama RRA(roller rocker arm) diperkenalkan. Ya tepatnya honda karisma yang pertama di indonesia yang mengaplikasikan model rra seperti itu. Beberapa manfaat yang bisa didapat adalah mesin lebih efisien karena gesekan berkurang dengan adanya roller. Dan itu terbukti karena honda karisma memang lebih irit dari pada pesaingnya kala itu yaitu Shogun 125, Kawasaki Kaze 125 dan Blitz Joy 125. Sejak saat itu mulailah banyak yang terbesit ide untuk memodifikasi templar bagi motor yang belum mengaplikasikannya. Termasuk saya, saya ingin sekali memodifikasi salah satu motor yang belum aplikasi RRA. Kali ini saya akan memodif Suzuki Shogun 125SP tahun 2007 atau dikenal dengan shogun FL/Robot. Apakah bisa dan mudah? Jawabannya adalah bisa dan mudah.

IMG_20160903_165414

perbedaan RRA dan standar

 

Pertama, tentu kita persiapkan bahan-bahan dulu. Sama seperti seorang chef yang mau masak jadi persiapkan bahan yang terbaik. Bahanyya tentu saja persiapkan templar rollernya dulu, bisa kita ambil paling gampang adalah milik suzuki NEX/Address/Shooter/Smash FI yang udah pake roller. Harganya sih lebih mahal dari pada templar biasa sekitar 200 ribuan, mahal tapi kualitas terjamin. Oiya pilihan tadi untuk Shogun FL atau robot yha kalo untuk Shogun FD bisa pakai RRA honda Vario generasi pertama. Selain RRA nya, adalagi yang harus dipersiapkan yaitu ring dengan tebal 4mm untuk mengganjal Rra agar tidak goyang kanan kiri. Bahan yang paling penting adalah NOKEN AS.

IMG_20160916_164819

Noken As yang sudah dicustom

Untuk noken as, standarnya tentu gak bakal bisa dipake karena base circle atau bulatan dasarnya terlalu besar. Modifikasi noken as kali ini saya merujuk pada ahli noken as dari magetan yaitu mas Adit Nabata. Datang ke bengkelnya dan memesan noken dengan karakter khusus. Noken as standar dilas dengan las argon berkualitas tinggi hingga didapat noken mentahan. Lanjut noken as dibentuk ulang dengan profil yang lebih membulat dan disesuaikan dengan derajat yang dibutuhkan. Untuk bikin noken as ini memang harus sabar, trial and error seperti wajib dilakukan untuk noken as yang sempurna.

IMG_20160913_175425Setelah semuanya siap, langsung saja dipasang. Cara pemasangannya tidak ribet alias sama saja. Setelah dipasang wajib hukumnya untuk ditest jalan dulu dan dilakukan setting ulang karburator agar maksimal. Kali ini saya settingnya ga jauh-jauh karena saya hanya memotong ujung jarum skep dan memperuncing jarum. Jarum yang runcing akan sedikit membuat campuran lebih homogen dan lancar.

Setelah semua pemasangan selesai, di coba dan hasilnya? Jreeng tenaga mesin lebih linear dari putaran bawah hingga atas. Juga nafas lebih panjang tanpa mengorbankan putaran bawah. Bahkan putaran mesin sampai kena limiter terus yang artinya putaran atas tetap terjaga.

by: Jaller

Overall, inilah bahan bahan yang harus dipersiapkan dan biaya kurang lebihnya:

  1. Templar Suzuki Nex/Address/Shooter/Smash FI/JupiterZ1 : 200rb
  2. Noken As : 350rb
  3. Bikin ring 4mm 2x : 10rb
  4. Ongkos pasang (saya pasang sendiri) : gratis
  5. Gorengan dan kopi : 6rb
Iklan

Read Full Post »

Read Full Post »

image

Well, secara standar pengapian Suzuki Shogun SP sudah cukup besar untuk ukuran bebek. Akan tetapi seiring bertambahnya usia pakai dari motor, berkuranglah performa pengapian. Berkurangnya pun bahkan jauh dibawah standar. Efeknya, selain tenaga berkurang, bahan bakar pun dirasa semakin boros.
Ciri yang paling nampak adalah berkurangnya tenaga, karena pembakaran menjadi tidak sempurna karena api busi mengecil. Ciri yang lain salah satunya adalah timbulnya kerak atau jelaga yang berlebihan pada piston dan ruang bakar sehingga mempengaruhi keseluruhan proses pembakaran.
Berbagai cara pun dapat ditempuh demi mengembalikan performa mesin di sektor pengapian. Beberapa contohnya adalah mengganti CDI standart dengan CDI racing, mengganti koil standar dengan yang merk Aftermarket berlabel Racing. Akan tetapi, komponen yang racing-racing tersebut tidaklah bersahabat pada kantong sebagian dari kita, termasuk saya, hehehe
Namun telah ada solusi jitu bagi yang mengalami masalah pengapian dan masalah kantong sekaligus. Yaitu memperbesar pengapian menggunakan kapasitor yang berharga murah meriah, harga satuan hanya 500 perak(harga di toko Tawangmangu). Bahkan ada yang gratis lho, loh kok bisa? Yha bisa dengan cara minta ama temen yang beli kebanyakan, hehehe
image Ukuran kecil mungil.

Yap, sekarang kita bahas cara pembuatannya. Pertama-tama bongkar dulu body motor yang menutupi sektor mesin dan koil. Kalau di Shogun SP sih cukup body tebeng samping saja. Nah setelah semua yang perlu dicopot terlepas, bersihkan dulu koil dari debu yang menempel biar enak maeninnya. Langsung saja tanpa basa basi potong kabel dari CDI ke koil, trus pasang kapasitor yang kita persiapkan tadi. Oiyha kapasitornya yang ukuran 4,7µf soal ukuran volt, yang aman pakai saja yang 50volt. Jika ingin memakai tegangan yang lebih tinggi silahkan tapi resiko gak ditanggung oleh Anytopic, hehe. Sementara kutub positif ditunjukkan dengan kaki kapasitor yang panjang dan negatif oleh kaki yang pendek.
Cara pemasangannya juga cukup mudah, hanya cukup menyambungkan kaki positif kapasitor ke koil dan negatif ke CDI. Mudah bukan? Hanya perlu penyambungan yang sempurna, dengan solder dan tenol, maka cukuplah itu. Setelah semuanya tersambung dengan baik, alangkah baiknya jika dibungkus dengan isolasi agar tidak terjadi korsleting.
Dari hasil yang anytopic coba, pembakaran menjadi lebih sempurna, bisa dilihat dari warna elektrode busi yang berwarna merah bata, berubah dari sebelumnya yang berjelaga. Nah Anytopic melakukan test dengan Shogun FL, untuk motor lain, silahkan melakukan percobaan. Untuk motor yang masih menggunakan pengapian standar, spek kapasitor bisa sama. Kecuali motor yang telah melakukan bore up extreem, pastilah spek kapasitor dapat berbeda.

Read Full Post »

image

Rem cakram anda berbunyi kasar? Atau berdecit? Penyebabnya bisa dari kampas atau sepatu rem yang kotor, juga bisa dari piringan cakram yang kotor.
Menghilangkan decitan itu gampang, menurut Jaller, salah satu cara adalah melumuri kampas dengan oli mesin. Ha.. oli mesin bisa? Kenapa enggak? Simpel saja, lepas kampas rem lalu bersihkan dengan kompresor, kalo ga ada kompresor yha bisa dengan lap sedikit basah. Setelah itu kita lumuri dengan oli meain yang masih baru sebagaimana kita melumuri roti dengan selai. Lalu ratakan sampai merata. Diamkan sejenak mungkin 1 menit atau 2 menit(kalau jaler sih prakteknya 1menitan saja). Tempelkan kedua kampas seperti sadwich atau oreo dengan sisi kampas saling berhadapan. Gesek-gesekkan sebentar.
Warna oli akan berubah menjadi hitam kotor, pertanda kotoran terangkat. Terus gosokkan sampai dirasa cukup. Lalu keringkan kampas tadi dengan cara di lap dengan kain bersih sampai kering.
Sebelum kampas dipasang lagi, ada baiknya piringan cakram juga dibersihkan, bisa dicuci dengan air sabun atau di lap dengan kain sedikit basah. Setelah dibersihkan, bisa dilumuri oli baru di bagian yg nantinya akan bersinggungan dengan kampas(optional). Kalau jaller sih dilumuri juga agar bener2 sempurna. Caranya adalah dengan membasahi kain yang bersih dengan oli mesin lalu dioleskan di bagian piringan. Dan dilap lagi hingga kering. Nah warna piringan akan menjadi sedikit gelap dan mengkilap.
Pasang kembali kampas remnya dan test jalan. Pada awalnya akan terasa rem tidak pakem, terus saja melakukan test hingga rem bekerja normal kembali. Nah sekarang rem cakram pakem dan bebas dari bunyi berdeciit. Juga kampas akan jadi lebih awet.

Tambahan; untuk cakram belakang, lebih baik jika praktek melumuri oli ini dilakukan, karena untuk kecepatan tinggi, rem belakang yang terlalu pakem justru akan membahayakan.

Read Full Post »

Well, sekarang saatnya artikel berikutnya tentang motor yang aku temui di daerah Alaska. Motor ini cenderung aneh tapi menarik. Bentuknya terlihat standar pabrik atau belum tersentuh modifikasi. Entah apa nama motornya, yang jelas sangat mirip dengan KLX150. Pun begitu tampang depan justru mirip sama sodaranya, Kawasaki Ninja 250. Penasaran?

Ketika itu, aku lagi berjalan-jalan siang hari di Alaska, tepatnya di kota Ketchikan. Sambil jalan-jalan tentu saja memainkan kamera saku dan memfoto beberapa mobil dan motor. Kebanyakan motor di Ketchikan itu motor besar dan skutik. Setelah muter-muter beberapa jam, secara tak sengaja aku berpapasan dengan sepeda motor unik yang terlihat jangkung dari kejauhan. Semakin mendekat, aku langsung yakin kalau itu adalah motor enduro. Stang yang baplang mempertegas kesan enduro. Aku lihat lampunya mirip sama Ninja250 versi 2008, tetapi rangka mirip sama KLX150. Jadi ini motor apaan dong?

Mirip yha ama yg ada di Indonesia

Warna dan striping bodi terlihat standar pabrik, plus cover-cover bodi juga standar kayaknya. Bodinya trail abis, posisi mengemudi kayak KLX plekh.. cakram depan, cakram belakang, sokbreker… hasil photo di-zoom juga gak ada tulisan nama KLX di motor ini.

Tampang depan mirip ama Ninja250r

Menurut saya sih bentuk kayak gini bagus juga, menurut anda gimana? Secara ini campuran antara Ninja dan KLX…

Setelah saya piker-pikir, daripada saya menulis panjang lebar dan gak mirip ama blog-blog motor kondang yang lain, juga karena keterbatasan waktu, maka saya lanjutkan dengan mengupload beberapa poto yang bisa saya dapat. Tapi saying potonya Cuma dikit lha wong motornya sambil jalan kok. Juga keterbatasan kemampuan potografer amatiran, hehehe…

Read Full Post »

Assalamualaikum WRWB. Sebuah cerita di sore hari yang terdengar sangat membosankan, yah, itulah ceritaku. Kenapa? Karena disaat dunia dan orang-orangnya tergila-gila dengan blog, Jaller justru terdiam saja, tapi tak mengapa, hehe

Lepas dari itu semua, brothers semua, saya hanya sekedar mau menyampaikan beberapa info mengenai motor. Ceritanya sih, saya ini meniru pak taufik (tmcblog.com), indobiker, atau pak tri(triatmono.wordpress.com). sekedar iseng-iseng saja, karena memang tertarik.

Suatu hari, aku pergi ke Sitka, Alaska dalam rangka mengais sesuap nasi. Cuaca cerah waktu itu, hingga akhirnya dalam perjalananku aku berhenti karena tertarik dengan motor yamaha putih mirip ama Yamaha Scorpio. Saking tertariknya, saya mengambil beberapa photo dengan kamera saku. Hasilnya adalah beberapa gambar yang bisa kita nikmati bersama.

To the point aja, motor ini terlihat kekar dan cenderung simple. Perawakannya mendekati yamaha Scorpio. Mulai dari rangka sampai mesin bener-bener mirip, Cuma saja ukuran ban berbeda. Untuk bagian bodi, secara keseluruhan speknya dibuat untuk all purpose,terlihat dari aroma offroad yang kental mulai dari lampu depan, tangki hingga buritan.

Untuk mesin, hhmmmm saya kagak tau pasti, yang jelas perawakannya mirip Scorpio, karena gak ketemu ama pemiliknya, maka gak sempet tanya-tanya dan test drive. Sistem pendinginan masih menggunakan sirip alias berpendingin udara. Penggunaan sistem pendinginan ini disinyalir karena alaska beriklim subtropis yang amat dingin jadi masih oke jika menggunakan pendingin udara. Untuk pengabut bahan bakar disinyalir masih menggunakan karburator, karena setelah saya tengok, terdapat perangkat yang bentuknya mirip ama karburator.

Beralih ke bagian dasboard, alat penunjuk kecepatan alias spedometer amatlah jadul , lihat saja itu bentuknya kotak analog gitu. Sementara itu stang beraroma trail, meski bukan trail tulen, stang ini sebelas duabelas ama stang milik KLX 150. Tombol-tombolnya pun masih menggunakan desain jadul.

Well, saya tidak dapat bercerita panjang lebar karena saya orangnya super sibuk(atau sok sibuk ya?) dan jarang-jarang punya waktu buat menulis. Jadi saya sudahi dulu tulisan saya ini, biar jelek dan tanpa editan bahkan gak mirip ama tulisan pak taufik, pak tri atau indobiker, tapi saya sudah berusaha sekuat jari saya untuk mengetik. Cerita lanjutan untuk motor ini dapat diceritakan oleh beberapa photo yang berhasil saya dapat. A picture speaks a tousand words, some pictures speak a million words. Wassalamualaikum WRWB. Salam sejahtera dari perantau.

Read Full Post »